Menurut Yahoo News, investasi dengan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) adalah tren yang sedang berkembang yang menggunakan perangkat lunak dan algoritme untuk menganalisis tren pasar dan membuat prediksi berdasarkan data historis dengan mempertimbangkan volatilitas harga dan risiko. Namun, para penipu kini memanfaatkan hype AI untuk menipu investor dan mencuri uang mereka. Departemen Perlindungan Keuangan dan Inovasi (DFPI) California melaporkan adanya peningkatan penipuan investasi yang mengklaim menggunakan AI untuk menghasilkan keuntungan bagi para investor, terutama di sektor perdagangan kripto.
Autorité des marchés financiers (AMF) juga telah memperingatkan tentang peningkatan penipuan investasi yang menggunakan teknologi AI. Para penipu dapat menggunakan deepfakes untuk memanipulasi orang agar berinvestasi pada peluang fiktif. DFPI menyarankan beberapa langkah untuk melindungi diri Anda dari penipuan ini:
1. Ketahuilah bahwa banyak platform investasi yang mengaku memperdagangkan kripto atas nama investor adalah penipuan.
2. Berhati-hatilah dengan platform investasi yang mengklaim menggunakan AI untuk menghasilkan keuntungan bagi investor, karena klaim ini sering kali merupakan kebohongan untuk mengelabui investor agar menyerahkan uang mereka, sering kali dalam bentuk aset kripto.
3. Waspadai orang-orang yang mempromosikan peluang investasi di platform online, karena DFPI secara teratur melacak penipuan baru di YouTube dan platform lainnya.
4. Peluang investasi yang meminta Anda merekrut investor lain, seperti skema Ponzi atau piramida, biasanya merupakan tanda bahaya.
5. Waspadalah terhadap investasi yang menjanjikan imbal hasil tinggi dengan risiko kecil.
Para penipu juga menggunakan istilah-istilah yang menarik untuk memikat investor dan menggunakan AI untuk membuat orang palsu, deepfakes, atau suara tiruan. AMF mencatat bahwa deepfakes sekarang lazim di sebagian besar platform media sosial dan internet, dan teknologi ini juga dapat digunakan untuk membuat orang palsu dengan profil online untuk menipu investor.