Menurut Decrypt, Ubisoft, penerbit Assassin's Creed, telah menangguhkan iklannya di Twitter, mengikuti jejak perusahaan-perusahaan teknologi seperti Apple, IBM, dan Oracle, serta studio-studio Hollywood seperti Disney, Paramount, Lionsgate, Comcast, NBCU, dan Warner Bros. Penangguhan ini dilakukan di tengah kekhawatiran akan konten antisemit di platform media sosial. Meskipun alasan pasti penangguhan Ubisoft belum dikonfirmasi, tindakan perusahaan-perusahaan bernilai miliaran dolar lainnya dapat mempengaruhi keputusan tersebut.
Minggu lalu, pemilik Twitter, Elon Musk, menyetujui sebuah postingan yang secara luas dianggap antisemit dan mengkritik Anti-Defamation League, sebuah organisasi nirlaba yang didedikasikan untuk memerangi antisemitisme. Media Matters, sebuah organisasi pengawas media AS, melaporkan bahwa iklan-iklan Twitter untuk perusahaan-perusahaan seperti Apple, Bravo, IBM, Oracle, dan Xfinity ditempatkan di samping konten pro-Nazi, sementara iklan-iklan untuk Amazon dan NBC Universal muncul di samping tagar nasionalis kulit putih. Hal ini menyebabkan beberapa perusahaan teknologi dan hiburan menangguhkan iklan mereka di platform tersebut. IBM menyatakan bahwa mereka tidak menoleransi ujaran kebencian dan diskriminasi dan telah menangguhkan semua iklan di Twitter sambil menyelidiki situasi tersebut. Para eksekutif periklanan mendesak CEO Twitter Linda Yaccarino untuk mengundurkan diri sehubungan dengan kontroversi yang sedang berlangsung, meskipun ia secara terbuka mengutuk antisemitisme dan diskriminasi. Musk juga membantah klaim bahwa ia antisemit.